Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2011

FUNGSI GINJAL


FUNGSI GINJAL
  1. Urinasi dan Penyaringan darah
  2. Pengatur Kadar Air Dalam Darah.
  3. Pengatur Tekanan Darah
  4. Menjaga Keseimbangan Kadar Asam dalam Tubuh
  5. Penghasil Hormon
Urinisasi Ginjal

  1. Darah yang mengalir ke ginjal, masuk kedalam glomerulus melalui Affarent Arteriole. Di dalam glomerulus, darah mengalir melalui capiler yang berkelok-kelok. Dinding pembuluh kapiler disini agak tipis, dan tekanan darah dalam kapiler tinggi. Hal ini mengakibatkan air, bersama dengan zat-zat yang terlarut di dalamnya–seperti garam, glukosa atau gula, asam amino, dan limbah urea dan asam urat–terdorong keluar melalui dinding kapiler yang tipis, yang kemudian dikumpulkan di Kapsul Bowmen. Partikel yang lebih besar dalam darah, seperti sel darah merah dan molekul protein, terlalu besar untuk melewati dinding kapiler dan mereka tetap berada dalam aliran darah. Darah yang sudah disaring meninggalkan glomerulus melalui Everent Arteriole yang lain, yang bercabang-cabang membentuk suatu jaring pembuluh darah diseputar tubulus renal. Darah kemudian keluar dari ginjal melalui vena renalis. Sekitar 180 liter (±50 galon) darah disaring oleh ginjal setiap harinya, dan sekitar 1,5 liter (1,3 qt) urin diproduksi.
  2. Produksi urin diawali dengan zat-zat yang ditinggalkan darah pada saat darah melewati ginjal–seperti air, garam, dan zat-zat lain yang dikumpulkan dari glomerulus dalam kapsul Bowman. Cairan ini, disebut saringan glomerular, bergerak dari kapsul Bowman melewati tubul renalis. Bersamaan dengan mengalirnya cairan tadi sepanjang tubul renalis, jaring pembuluh darah yang menyelubungi tubulus menyerap kembali sebagian air, garam dan semua nutrisi, terutama glukosa dan asam amino, yang terpisah pada saat darah melewati glomerulus. Proses penting ini, disebut penyerapan tubular, membuat tubuh kita secara selektif memilah zat-zat yang masih diperlukan dan membuang limbah dan racun yang tidak bergunal lagi. Pada akhirnya, sekitar 99% dari air, garam dan nutrisi lainnya diserap kembali oleh tubuh.
  3. Pada saat ginjal melakukan proses penyerapan kembali nutrisi yang masih dibutuhkan dari saringan glomerular, ginjal melakukan suatu pekerjaan yang berlawanan, yang disebut sekresi tubular. Dalam proses ini, zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan dari kapiler yang menyelubungi nephron dimasukan dalam saringan glomerular. Zat-zat ini termasuk partikel bermuatan yang disebut ion, termasuk ion ammonium, ion hydrogen, dan potassium.
  4. Ketiga proses ini, saringan glomerular, penyerapan tubular dan sekresi tubular; yang kemudian menghasilkan urine, yang mengalir menuju tubulus pengumpul urin. Tubulus pengumpul ini mengalirkan urin ke tubulus mikro pada piramida ginjal. Urin kemudian disimpan dalam sebuah kamar dalam ginjal dan akhirnya dialirkan ke ureter, suatu saluran panjang dan sempit yang berakhir di kandung kemih. Dari sekitar 180 liter darah yang disaring ginjal setiap hari, menghasilkan sekitar 1,5 liter urine.

2. Pengatur Kadar Air Dalam Darah.
  • Fungsi penting lain ginjal adalah untuk mengatur jumlah kandungan air dalam darah. Proses ini dipengaruhi oleh antidiuretic hormone (ADH), yang disebut juga vasopressin, yang diproduksi di hipotalamus (bagian otak yang mengatur banyak fungsi internal) dan menyimpannya dalam kelenjar pituari yang terletak didekatnya. Receptor di dalam otak memonitor kandungan air dalam darah. Ketika kadar garam dan zat-zat yang lain dalam darah menjadi terlalu tinggi, kelenjar pituari melepaskan ADH kedalam aliran darah.
  • Darah yang mengandung ADH dari otak mengalir dan masuk kedalam ginjal. ADH membuat tubulus renal dan pembuluh pengumpul menjadi lebih mudah ditembus oleh larutan dan air. Hal ini menyebabkan lebih banyak air diserap kembali dalam aliran darah. Dilain sisi, ketiadaan ADH membuat pembuluh pengumpul tidak dapat ditembus oleh larutan dan air, sehingga cairan dalam pembuluh, dimana sebagian larutan telah dibuang, tetap banyak mengandung air; urin menjadi encer.
3. Pengatur Tekanan Darah
  • Pengaturan tekanan darah berhubungan erat dengan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan cukup sodium chloride (garam) untuk memelihara jumlah sodium yang normal, volume cairan extraselular dna volume darah. Penyakit ginjal merupakan penyebab utama hipertensi tipe kedua. Bahkan gangguan kecil dalam fungsi ginjal memainka peran besar pada sebagian besar (jika tidak semua) kasus tekanan darah tinggi dan menaikkan cedera pada ginjal. Cedera ini akhirnya dapat menyebabkan darah tinggi berat, stroke atau bahkan kematian.
  • Pada orang normal, ketika mengkonsumsi banyak sodium klorida, tubuh menyesuaikan. Tubuh mengeluarkan lebih banyak sodium klorida tanpa menaikkan tekanan pembuluh arteri. Namun demikian, banyak pengaruh dari luar yang mengurangi kemampuan ginjal untuk mengeluarkan sodium. Jika ginjal tidak cukup mampu untuk mengeluarkan garam dengan asupan garam normal atau tinggi, mengakibatkan tejadinya peningkatan kronis volume cairan extraselular dan peningkatan volume darah. Hal ini memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Ketika terjadi peningkatan kadar hormon dan neurotransmitter yang menyebabkan pembuluh darah menyempit, bahkan kenaikan kecil volume darah menjadi berbahaya. (Hal ini disebabkan karena kecilnya ruang pembuluh darah tempat darah dipaksa untuk mengalir). Meski peningkatan tekanan arterial membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak sodium (yang memperbaiki keseimbangan sodium), tekanan yang lebih tinggi dalam arteri mungkin terjadi. Hal ini memperlihatkan hubungan antara penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi.
  • Hormone aldosterone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenalin, berinteraksi dengan ginjal untuk mengatur kandungan sodium dan potasium dalam darah. Aldosteron dengan jumlah yang banyak menyebabkan nefron menyerap kembali ion sodium lebih banyak, air, dan lebih sedikit ion potasium. Sedikit aldosteron menyebabkan efek sebaliknya. Respon ginjal terhadap aldosterone membantu menjaga kadar garam dalam darah pada batas yang sempit yang terbaik bagi aktivitas fisik dasar.
  • Aldosterone juga membantu mengatur tekana darah. Ketika tekanan darah mulai turun, ginjal melepaskan enzim (protein khusus) yang disebut renin, yang mengubah protein darah menjadi hormon angiotensin. Hormon ini menyebabkan pembuluh darah mengerut sehingga terjadi kenaikan tekanan darah. Angiotensin kemudian mempengaruhi kelenjar adrenalin untuk melepas aldosterone, yang menyebabkan sodium dan air diserap kembali dan menaikkan volume darah dan tekanan darah.

4. Menjaga Keseimbangan Kadar Asam dalam Tubuh
  • Ginjal juga menyesuaikan keseimbangan kadar asam dalam tubuh untuk mencegah kelainan darah seperti acidosis atau alkalosis, keduanya melumpuhkan fungsi sistem saraf pusat. Jika darah terlalu asam, dimana terlalu banyak terdapat ion hidrogen, ginjal menyerap ion ini kedalam urin melalui proses sekresi tubular.
5. Penghasil Hormon
  1. Erythropoietin
    Beberapa hormone dihasilkan oleh ginjal. Salah satunya, Erythropoietin, mempengaruhi produksi sel darah merah dalam sumsum tulang. Ketika ginjal mendeteksi bahwa jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang, ginjal memproduksi eritropoitin. Hormon ini berjalan dalam aliran darah ke sumsum tulang, merangsang produksi dan pelepasan lebih banyak sel darah.
    Erythropoietin adalah glikoprotein. Hormon ini bekerja pada sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Stimuli seperti pendarahan atau pergi ke tempat ketinggian (dimana oksigen tipis) memicu pelepasan EPO. Orang yang mengalami gagal ginjal dapat tetap hidup dengan dialisis. Tetapi dialisis hanya membersihkan darah dari limbah. Tanpa sumber EPO, orang ini akan menderita anemia. Sekarang, berkat teknologi rekombinan DNA, rekombinan EPO manusia telah tersedia untuk mengobati pasien ini.
    Karena EPO meningkatkan hematocrit, ini menyebabkan lebih banyak oksigen mengalir ke otot kerangka. Sebagian pembalap sepeda dan pelari jarak jauh menggunakan rekombinan EPO untuk meningkatkan performa mereka. Walau rekombinan EPO memiliki sekuen yang persis sama dengan asam amino sebagai hormon alami, zat gula yang dilekatkan oleh sel yang digunakan oleh industri farmasi berbeda dengan yang dilekatkan oleh sel pada ginjal manusia. Perbedaan ini dapat dideteksi pada urin atlet.
    Kekurangan oksigen dalam jangka waktu lama (seperti hidup di pegunungan) menyebabkan meningkatnya sintesis EPO. Pada tikus, dan mungkin pada manusia, efek ini dipicu oleh kulit. Sel kulit tikus dapat mendeteksi kadar oksigen yang rendah (hypoxia) dan jika hal ini berlangsung terus, darah yang mengalir ke ginjal akan semakin berkurang dan menyebabkan meningkatnya sintesa EPO oleh ginjal.
    Belum lama ini ditemukan bahwa EPO juga disintesa oleh otak ketika terjadi kekurangan oksigen di otak (seperti terkena stroke), dan membantu melindungi neuron dari kerusakan. Mungkin rekombinan EPO manusia dapat berguna untuk korban stroke juga.
  2. Calcitriol
    Calcitriol adalah 1,25[OH]2 Vitamin D3, bentuk aktif dari vitamin D. Calcitriol diperoleh dari calciferol (vitamin D3) dari makanan yang dikonsumsi, yang kemudian disintesa oleh kulit yang terkena sinar ultraviolet dari cahaya matahari pagi hari. Calciferol dalam darah dirubah menjadi vitamin aktif dalam dua langkah:
    1. Calciferol dirubah dalam liver menjadi 25[OH] vitamin D3 kemudian dibawa ke ginjal (terikat ke serum globulin) dimana selanjutnya dirubah menjadi calcitriol.
    2. Langkah terakhir ini dibantu oleh hormon parathyroid (PTH)
    Calcitriol bekerja dalam sel usus untuk membantu penyerapan kalsium dalam makanan. Calcitriol bekerja pula dalam tulang untuk memobilisasi calcium dari tulang kedalam darah. Calcitriol masuk kedalam sel, jika sel tersebut mengandung reseptor untuknya (sel usus memiliki reseptor tersebut), hormon ini kemudian terikat pada reseptor tersebut. Reseptor Calcitriol merupakan faktor transkripsi zinc-finger (lipatan berbentuk jari dari asam amino dan ion zinc, yang ditemukan di bagian molekul protein yang terikat pada DNA dan RNA) a finger-shaped fold of amino acids plus a zinc ion that is found in regions of protein molecules that bind to DNA and RNA. Kekurangan calcitriol mengakibatkan terkumpulnya kalsium di tulang menjadi terhambat.
    Pada masa kanak-kanak, hal ini mengakibatkan kelainan bentuk tulang atau rakitis. Pada orang dewasa, mengakibatkan kelemahan tulang dan menyebabkan osteomalacia. Penyebab yang paling sering adalah kurangnya jumlah vitamin dalam makanan atau kurang terkena paparan sinar matahari. Namun demikian, suatu kasus yang disebabkan karena faktor keturunan timbul menjadi penyebab dengan mewariskan dua gen mutan untuk enzim ginjal yang mengubah 25[OH] vitamin D3 menjadi calcitrio. Kasus yang lain rakitis yang diakibatkan faktor keturunan (juga sangat jarang) adalah dengan mewariskan dua gen cacat pada reseptor calcitriol. Mutasi yang merubah asam amino pada satu atau yang lainnya dari pengaruh zinc-finger dengan pengikatan kepada DNA elemen penerima.

Cacat Pada Mata


Cacat Pada Mata

1. Rabun jauh (MIOPI)
Disebabkan: Titik jauh mata bergeser mendekati mata.
Lensa yang digunakan: Lensa cekung.



2. Rabun dekat (HIPERMETROPI)
Disebabkan: titik dekat mata bergeser menjauhi mata.
Lensa yang digunakan: Lensa cembung.




3. Mata tua (PRESBIOPI).
Disebabkan: gabungan dari miopi dan hipermetropi.
Lensa yang digunakan: lensa rangkap

Otot Pada Manusia

OTOT PADA MANUSIA
Otot merupakan alat gerak aktif pada manusia. Karena ototlah yang menggerakkan sendi dan rangka.

Berdasarkan dari bentuk, susunan, dan fungsinya, otot manusia terbagi 3, yaitu: otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
1. Otot polos

- Berbentuk gelondong
- Reaksinya lambat
- Intinya hanya satu di tengah
- Terdapat di saluran pencernaan, pernafasan, dan peredaran darah.
- Geraknya tidak sadar
- Dikendalikan oleh saraf simpatik dan parasimpatik.




2. Otot lurik

- Ber-inti banyak. Terletak di tepi
- Terdapat pada rangka
- Geraknya sadar
- Berbentuk silindris, berwarna belang-belang
- Dikendalikan oleh otak






3. Otot jantung


- Berinti banyak. Terletak di tengah
- Bercabang, dan berwarna belang-belang
- Terdapat pada jantung
- Geraknya tidak sadar




Kerja Pada Otot 

Kerja pada otot ada yang antagonis atau berlawanan. Contohnya OTOT BISEP DAN TRISEP.


Pada gambar disamping menunjukkan otot bisep yang sedang berkontraksi, dan otak trisep yang relaksasi.
Jika lengan kita diluruskan, maka otot bisep relaksasi dan trisep berkontraksi.

Zat Adiktif dan Psikotropika

ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA.

A. Zat Adiktif 
Zat adiktif merupakan zat yang membuat kecanduan/ketergantungan. Contoh zat adiktif adalah rokok dan alkohol.

1. Rokok
Rokok mengandung 3 bahan beracun yang berbahaya, yaitu:
> TAR: bisa meyebabkan kanker paru-paru dan iritasi pada paru-paru sehingga menimbulkan batuk.
> NIKOTIN: penyebab perokok menjadi ketagihan. Bisa menyebabkan kerusakan otot jantung karena meningkatkan detak jantung.
> KARBON MONOKSIDA (CO): mengurangi suplai oksigen. Karena hemoglobin (hb) dalam darah lebih memilih mengikat CO dibanding dengan Oksigen. Hal ini membuat sesak nafas.

2. Alkohol dan Minuman Keras (Miras)
Hal-hal negatif yang disebabkan oleh rokok:
-Merusak kerja saraf pusat dan sel otak.
-Iritasi lambung
-Radang hati
-Mengurangi tekanan darah
-Untuk ibu hamil bisa membuat janin tidak normal dan cacat otak.

Ciri-ciri khusus pemakai alkohol:
- Perubahan daya pikir
- Jalannya sempoyongan
- Mata merah, pandangan kabur
- Hilang kesadaran

B. Zat Psikotropika
Zat Psikotropika merupakan obat yang merusak saraf pusat yang dapat menyebabkan kelainan tingkah laku, halusinasi, ilusi, dan gangguan cara berfikir.

Berdasarkan efek yang ditimbulkannya, zat psikotropika terbagi 3, yaitu:
1. Depresan
Depresan adalah zat yang menghilangkan depresi atau sebagai penenang.
Contoh: heroin, morfin, putaw, dan obat penenang.

2. Stimulan
Stimulan adalah zat yang membuat pemakainya enerjik/aktif.
Contoh:ekstasi, sabu-sabu, kokain, dan amfetamin.

3. Halusinogen
Halusinogen adalah zat yang membuat pemakainya berhalusinasi.
Contohnya: Mariyuana atau ganja.

Ciri-ciri pemakai zat psikotropika dibagi dua. Yaitu ciri-ciri fisik (perubahan pada tubuh) dan psikis (perubahan pada sifat atau perilaku).

Ciri-ciri khusus pemakai narkoba:
1. Pemakai ganja/mariyuana:
- Pupil mata mengecil
- Mata merah dan berarir
- Sering minum karena selalu merasa haus
- Sering buang air kecil.
- Selalu curiga

2. Pemakai sabu-sabu dan ekstasi:
- Tubuh fit, segar, dan tidak bisa diam
- Merasa gembira, wajah layu, dan susah tidur.
- Gigi kropos, dan kerusakan pada saraf mata dan otak.
- Hilang rasa marah, kesal, dan sedih.

3. Pemakai putaw:
- Ada bekas suntikan
- Sulit bergaul dan pendiam
- Mata sayu
- Badan kurus dan lusuh
- Tenang
- Bicara cadel
- Kelopak mata terkesan lelah

Zat Aditif Pada Makanan

ZAT ADITIF PADA MAKANAN.
Yaitu bahan yang ditambahkan kepada makanan untuk memperbaiki warna, rasa, bentuk, dan memperpanjnag masa penyimpanan.

1. Zat Pengawet
Pengawet buatan(sintetis): Natrium benzoat, natrium nitrat, kalsium propionat, dan asam sorbat.
Pengawet alami: Gula, garam, cuka.

2. Zat Pewarna
Pewarna buatan: eritrosin (merah), kuning FCF (kuning), hijau FCF (hijau), tartazine.
Pewarna alami: 
> Warna kuning: kunyit dan wortel.
> Warna merah: wortel dan tomat.
> Warna hijau: daun suji dan daun pandan.
> Warna biru: anggur.
> Warna coklat: karamel.

3. Zat Pemanis
Pemanis buatan: sorbitol, aspartam, sakarin, siklamat.
Pemanis alami: gula, madu.

4. Zat Penyedap
Penyedap buatan: MSG, isoamil astetat, etil butirat.
Penyedap alami: cengkeh, kayu manis, rempah-rempah, bawang putih dan bawang bombay.

Sistem Saraf


SISTEM SARAF PADA MANUSIA
Unit terkecil penyusun sistem syaraf adalah sel syaraf atau neuron.



Fungsi utama sistem saraf adalah untuk menendalikan semua aktifitas tubuh.




1. Bagian-bagian sel saraf/neuron dan fungsinya:


a. Dendrit: menerima rangsangan dan meneruskannya ke badan sel
b. Badan sel: menerima rangsangan dari dendrit
c. Inti sel: mengatur seluruh aktivitas sel
d. Akson: meneruskan rangsang ke dendrit lain
e. Selubung mielin: mencegah terjadinya lompatan impuls
f. Nodus Ranvier: mempercepat jalannya impuls (bagian dari akson yang tidak diselimuti selubung meilin)


2. Macam-macam sel saraf dan fungsinya
Sel saraf terbagi tiga, yaitu:
a. Sel saraf sensorik
Sel saraf yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari penerima rangsang (reseptor) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).


b. Sel saraf motorik
Sel saraf yangg berfunggsi untuk meneruskan rangsangan dari saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) ke alat indra sehingga terjadi gerakkan.


c. Sel saraf konektor
Sel saraf yang menghubungkan sel saraf sensorik dan motorik.


3. Macam-macam gerak
Gerak terbagi dua, yaitu gerak refleks dan gerak biasa.


a. Jalannya gerak biasa
Rangsangan - reseptor(alat indra) - sel saraf sensorik - OTAK - sel saraf motorik - efektor (otot dan kelenjar) - reaksi.
Contohnya: menulis, membaca


b. Jalannya gerak refleks
Rangsangan - reseptor(alat indra) - sel saraf sensorik - (SUMSUM TULANG BELAKANG) - sel saraf motorik - efektor (otot dan kelenjar) - reaksi.
Contohnya: menarik tangan secara cepat ketika terkena air panas, mengangkat kaki saat menginjak duri.


4. Sistem Saraf
Sistem saraf terbagi dua yaitu sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.
A. SISTEM SARAF SADAR
Sistem saraf sadar dibagi dua, yaitu: sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.


a. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang.
Otak terdiri dari otak kecil (cerebellum) dan otak besar(cerebrum). Otak besar dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:


- Otak bagian depan (frontalis): berfungsi untuk pusat kecerdasan
- Otak bagian atas: pusat perasaan/emosi.
- Otak bagian samping: pusat pendengaran
- Otak bagian belakang: pusat penglihatan
Otak kecil berfungsi untuk pusat keseimbangan.


Sumsum tulang terdiri dari sumsum tulang lanjutan dan sumsum tulang belakang. Sumsum tulang lanjutan berfungsi untuk mempercepat pernafasan, denyut jantung. Sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi untuk pusat gerak refleks.


b. Sistem saraf tepi: 
Sistem saraf tepi ada dua, yaitu: 12 pasang saraf otak (kranial) dan 33 pasang saraf sumsum tulang belakang (spinal).


B. SISTEM SARAF TIDAK SADAR. 
a. Saraf simpatik, berfungsi untuk:
- Menaikkan tekanan darah
-Mempercepat pernafasan
- Mempercepat denyut jantung
-Melebarkan pupil
-Memperlambat aktivitas organ pencernaan (ex: gerak peristaltik)


b. Saraf parasimpatik
*fungsinya kebalikan dari saraf simpatik.

SOAL TENTANG SISTEM SARAF

1.) Fungsi utama sistem saraf manusia adalah...
a. menerima informasi berupa stimulus
b. memproses informasi yang diterima
c. pesan yang dibawa oleh sel saraf
d. alat pengatur dan pengendali seluruh kegiatan alat-alat tubuh

2.) Berikut adalah fungsi sistem saraf, kecuali...
a. memberi tanggapan (respon)
b. menerima informasi dalam bentuk stimulus (rangsang)
c. menyediakan energi untuk membawa rangsangan
d. memproses informasi yang diterima

3.) Sistem saraf terdiri atas...
a. saraf sadar dan saraf tak sadar
b. susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi
c. saraf simpatik dan saraf parasimpatik
d. 12 pasang saraf otak dan 13 pasang saraf spinal

4.) Sel saraf neuron terdiri atas, kecuali...
a. neurotransmitter
b. badan sel saraf
c. dendrit
d. akson

5.) Serabut-serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan percabangan dari badan sel saraf disebut...
a. impuls
b. dendrit
c. akson
d. sinaps

6.) Serabut tunggal yang merupakan penjuluran panjang dari sitoplasma badan sel saraf disebut...
a. impuls
b. dendrit
c. akson
d. sinaps

7.) Pesan yang dibawa oleh sel saraf disebut...
a. sinaps
b. akson
c. dendrit
d. impuls

8.) Ruang antara akson sel saraf yang satu dengan dendrit sel saraf yang lain disebut...
a. dendrit
b. akson
c. sinaps
d. impuls

9.) Sel saraf sensorik, motorik dan perantara termasuk di...
a. fungsi utama sistem saraf
b. macam-macam sel saraf
c. fungsi sistem saraf
d. bagian-bagian sel saraf

10.) Jalur refleks mata langsung ke otak dan otak memberi tanggapan diluar kendali disebut...
a. lintasan refleks kranialis
b. lintasan gerak refleks
c. lintasan refleks spinalis
d. gerak refleks

11.) Refleks lutut melewati sumsum tulang belakang disebut...
a. lintasan refleks kranialis
b. lintasan gerak refleks
c. gerak refleks
d. lintasan refleks spinalis

12.) Nama lain dari otak besar adalah...
a. medulla oblongata
b. medulla spinalis
c. cerebrum
d. cerebellum

13.) Nama lain dari otak kecil adalah...
a. cerebrum
b. cerebellum
c. medulla oblongata
d. medulla spinalis

14.) Nama lain dari sumsum lanjutan adalah...
a. medulla oblongata
b. medulla spinalis
c. cerebrum
d. cerebellum

15.) Nama lain dari sumsum tulang belakang adalah...
a. medulla oblongata
b. medulla spinalis
c. cerebrum
d. cerebellum

16.) Otak tengah, pons dan sumsum lanjutan merupakan bagian dari...
a. otak besar
b. otak kecil
c. batang otak
d. otak

17.) 12 pasang saraf otak dan 13 pasang saraf spinal merupakan susunan saraf...
a. tak sadar
b. sadar
c. tepi
d. pusat

18.) Pusat pengatur gerak refleks adalah...
a. otak
b. saraf
c. sumsum tulang belakang
d. tubuh

19.) Pusat sistem saraf manusia adalah...
a. otot
b. jantung
c. sumsum tulang belakang
d. otak

20.) Bagian otak yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh ialah...
a. sumsum lanjutan
b. otak besar
c. otak kecil
d. sumsum tulang belakang

Perhatikan Gambar Ini !!! Untuk nomor 21,22,23,24,25,26
 
 
21.) Nomor 1 adalah ...
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit

22.) Nomor 3 adalah..
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit

23.) Nomor 2 adalah..
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit

24.) Nomor 4 adalah..
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit



25.) Nomor 6 adalah..
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit

26.) Nomor 5 adalah..
a. Selubung myelin
b. Akson
c. Badan sell
d. Dedrit

Perhatikan gambar dibawah ini.. !!!
27.) Huruf a adalah sel saraf...
a. Sel saraf autorik
b. Sel saraf sensorik
c. Sel saraf motorik
d. Sel saraf connector (penghubung)

28.) Huruf b adalah sel saraf...
a. Sel saraf autorik
b. Sel saraf sensorik
c. Sel saraf motorik
d. Sel saraf connector (penghubung)

29.) Huruf c adalah sel saraf...
a. Sel saraf autorik
b. Sel saraf sensorik
c. Sel saraf motorik
d. Sel saraf connector (penghubung)

30.) Apa fungsi sel saraf sensorik ?
a. Untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor   
(otot atau  kelenjar dalam tubuh)





b. Untuk menerima impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang
c. Untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. 
d. Untuk mengantarkan rangsang dari reseptor menuju otak
30. ) Apa fungsi sel saraf motorik ?
a. Untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor   
(otot atau  kelenjar dalam tubuh)





b. Untuk menerima impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang
c. Untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. 
d. Untuk mengantarkan rangsang dari reseptor menuju otak
31. ) Apa fungsi sel saraf penghubung (connector) ?

a. Untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor   

(otot atau  kelenjar dalam tubuh)



b. Untuk menerima impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang
c. Untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. 
d. Untuk mengantarkan rangsang dari reseptor menuju otak
32. ) Berdasarkan fungsinya , sel saraf dibedakan menjadi...
a. 4
b. 1
c. 3
d. 2
anda baru meng copy data ini

dari www.monsterzilla-salvator.blogspot.com
follow dan comment !!!!!!